Monday, March 3, 2008

Ada kamu

Kutelusuri belahan hatiku
Kususuri tiap relung jiwaku
Ku cari dan terus ku mencari
Ku jajaki tingginya ke angkuhanku
Dan....
Dari semua pencarianku hanya ada kamu
Aku hanya menemukan dirimu
Dalam jiwa , hati dan perasaanku
Dan aku tak akan melanjut kan pengembaraanku
Kupastikan kalo kamu adalah milikku
Sekalipun aku tak pernah bisa meraih mu dengan jemari ku

Pelacurmu

Aku tak bisa merayu seperti dia
Aku tak bisa bermanja manja seperti dia
Aku tak bisa bersikap lembut seperti dia
Aku juga tak bisa memasang harga seperti dia
Aku bukan lah pelacurmu
Yang selelu bersikap manis di depan mu
Aku juga bukan pelacurmu
Yang memasang harga atas kerjaanku
Tapi aku adalah istrimu
Yang selalu ada untukmu
Yang selalu menyayangimu
Mencintaimu
Memanjakan dirimu
Tanpa memasang harga berapapun untukmu

Sunday, March 2, 2008

Leher

Angsa bukan...
Unta juga bukan...
Yah...leher panjang itu
Membuat aku berhayal nakal
Gimana aku bisa meraih kuping nya
Kalau leher itu panjang sekali
Gimana aku bisa mengecup kening itu
Kalau leher nya sepanjang itu
He he he ....dasar aku yah...
Leher itu yang membawa seraut wajah
Wajah yang hanya aku lihat dari foto foto dari nya
Dan leher itu pula yang jadi penhantar wajah
Yang pertama kali aku melihat nya semenjak aku kenal dia
Saat september kelabuku


(buat sang leher jgn panjang2 donk)

Sendiri

Sendiri lagi dan sendiri lagi
Engkau ada atau pun tiada
Tidak pernaha da bedanya
Kau ada atau puntak ada
Aku sudah bias amenikmati semua ini
Sendiri, dan sendiri
Sekalipun kau disini...
Kau tak pernah merasa kalau aku ada disini
Sekalipun kau disini..
Kau tak pernah ngerti ada nyawa selain nyawa mu
Seklaipun kau disini...
Kau tak pernah tau kalau ada hati disini
Kau sibuk dengan hayalan mu
Aku pun sibuk dengan lamunanku
Sendiri itu lebih baik buat ku
Karena aku bisa menikmati diriku
Bisa mengagumi diriku
Bisa bercanda dengan diriku sendiri
Dan bisa menikmati tangisku sendiri
Yah sendiri dan sendiri

Hayalan seorang istri

Sekian malam lagi aku duduk disini
Di kursi bisu berteman keybord ini lagi
Seharus nya aku mendampingimu
Berbaring di ranjang bisu itu
Dan bercerita kalau tadi siang aku menangis
Karena seseorang memandangiku lama sekali
Dan...seharus nya pula
Aku memelukmu dan menagtakan aku sayang padamu
Betapa aku bangga padamu
Betapa aku bahagia memilikimu
Dan aku takut seseorang akan mengambilku darimu
Kalau ada seseorang yang berani melarikan aku
Aku ingin nya orang itu adalah kamu
Dan kalau toh ada seseorang yang hendak menjamahku
Aku mau itu adalah dirimu.....suamiku
Sekian malam membisu
Sekian hari tak ada suara lagi
Tak ada kata sayang yang terucap indah dari hati
Tak ada kata puji yang tulus dari hati
Ribuan sayang jutaan kata cinta yang terlontar
Hanyalah menjadi nyanyian sumbang ditelinga
Yah.....
Semua telah hancur
Semua telah musnah
Sekalipun istana ini masih tampak megah
Tapi pilar2 penyangga itu telah keropos
Keropos dimakan dusta....
Keropos di makan penghianatan
Aku? atau Kah Kamu?
Bukan salahku bila aku
Bila aku tak bisa menjadi atap yang indah
Bila aku tak bisa menjadi dinding pelindung
Kau yang seharus nya menjadi pilar yang kokoh
Agar istana ini megah kembali
Indah kembali...
Aku tak bisa mencari lagi
Cinta, sayang, kesetiaan dan kepercayaanku
Yang telah hilang lima tahun yang lalu
Aku tak bisa menemukan semua itu kembali
Kau telah membuang nya dari hatiku
Kau telah memusnahkan nya dari diriku
Jangan salah kan aku...
Bila aku tak sayang lagi
Bila aku tak cinta lagi
Bila aku tak setia lagi
Aku belajar dari mu semua ini


(istana ini bukan sorga bagiku)

Kau

Kau seharus nya satu satu nya insan
Yang seharus nya memujiku
Kau lah seharus nya satu satu nya mahluk
Yang seharus nya menyayangiku
Mencintaiku, membahagiakan aku
Bukan mereka, bukan orang lain
Buakn mereka yang tak pernah mengerti aku
Bukan mereka yg tak pernah mengenalku
Seharus nya kamu orang mengerti aku
Kau seharus nya satu satu nya orang
Yang menjadi teman curhatku
Menjadi sandaran saat aku ingin bersandar
Menjadi tempat aku tuk berkeluh kesah
Tapi.....
Kau ada disini sekian lama nya
Kau bisu, tuli dan buta
Karena itulah sekalipun aku menangis di depanmu
Kau tak pernah mendengar jeritku
sekalipun air mata ku membasahi pipiku
Kau tak pernah melihatku
Betapapun besar nya rasa ingin berbagiku
Kau tak pernah ada untukku
Kenapa mesti mereka...
Orang orang yg tak pernah aku kenal
Orang orang yang berbasa basi menjadi kawan
Orang oarng yang hanya sekedar menggoda
Orang orang yang hanya sekedar mencari mangsa
Salahkah aku bila aku menjadi pengangum nya

Saturday, March 1, 2008

Hayalan sebuah lukisan

Seharus nya aku meraih tangan mu
Dan mengatakan betapa aku sangat menyayang mu
Seharus aku mengecup kening mu
Dan membisikkan betapa aku menyintamu
Dan seharus nya aku merangkul mu
Dan mengatakan kalau aku bahagia memilikimu
Tapi.....
Aku tak bisa berbuat apa apa
Aku kaku terpajang di dinding
Hanya nyamuk nyamuk nakal
Yang selalu memuji cantik nya mataku
Hanya cicak ciak yang berisik
Yang selalu bilang indah nya rambutku
Dan tamu tamu mu yg selalu mengagumiku
"wah lukisan ini indah sekali"
"Dimana kau dapat kan lukisan seindah ini"
"sayang kalo nggak di rawat"
Ribuan kata puji yang sering kudengar
Yang seharus nya dari mu
Yang seharus nya kau satu satu nya pengagumku
Tapi....
"Ah itu lukisan lama udah G indah lagi"
"Aku sendang mencari yang lain"
"Yang lebih indah dan cantik "
"Agar merubah suasana ruangan ini"
Kau, yah kau...
Sungguh kau tak bisa meraba sebuah hati
Sungguh kau tak pernah bisa mengerti
Sebuah lukisan tak hanya untuk pajangan
Sebuah lukisan tak hanya untuk hiasan.
Tapi....
Kaku nya diriku...
Beku nya hatiku...
Dan dingin nya perasanku...
Tak lagi bisa membantah keinginan mu